Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

  • Lengkap sudah semua perih
    Dengan sungguh kau hujamkan sakit di hatiku
    Hingga puas sudah ku punguti serpihan-serpihan hatiku karenamu

    Tiada tetesan darah,
    Hanya tetesan air mata yang sakitnya tak terkira
    Tiada teriakan dari mulutku
    Melainkan rintihan tangis di kalbuku

    SERPIHAN HATI

    0
  • Ingin rasanya pandangan ini hanya tertuju padanya
    Tertuju padanya yang menjadi belahan jiwaku

    Ingin rasanya bercengkrama dalam diam bersamanya
    Bersama dia dalam segenap hening ria

    Ingin rasanya inginku tak hanya jadi inginku saja tapi juga inginmu

    Namun apa daya kasih tak sampai
    Hanya inginku yang berhembus dalam pusaran waktu
    Jika saja aku bisa memilih takdir
    Tak ingin ku pilih kasih yang tak sampai

    TAK INGIN KU MEMILIH KASIH YANG TAK SAMPAI

    0
  • Rintihan hatiku teringat akan kisah itu
    Masa indah yang kita tapaki
    Cerita lalu dalam perjalanan hidupku

    Kau yang disana bersama dengannya
    Dan aku disini sendiri menatapmu sendu
    Tak pernah terpikirkan untuk kembali padamu
    Namun kadang rindu itu datang sejenak meski terlarang untuk ku

    Rindu yang Terlarang

    0

  • Rindu Rahasia

    Tentang rindu yang menderu
    Tentang resah yang membuncah

    Satu rasa yang tak jua sirna

    Biarlah ku nikmati semua rasa
    Biar ku tanggung semua rindu

    Tak perlu kau tahu aku masih mencintaimu








    Rindu Rahasia

    0

  • Kau


    kau akan selalu menjadi melodi yang terus kualunkan

    terucap sejalan desah kerisauan

    dalam diam dan derap bunga tidurku

    kau menjadi lirik yang slalu ku alunkan

    tentang sepenggal kisah dalam bait-bait puisi gelisah


    kau adalah celoteh penuh rindu

    sebuah Kesunyian dan luka yang menyelinap di pagi hariku

    sebuah celah sunyi di antara fajar pagi


    kau adalah tangisan yang membisikkan suara lirih

    suara yang lebih lirih dari angin yang berhembus

    dalam terang, dalam diam dan dalam sadarku

    kau adalah bunga mimpi malam dalam taman ketakutanku


    Sukabumi, 6 Pebruari 2018 (dengan perubahan)



    <br /><br /><br /><a target="_blank" href="http://www.copyrighted.com/copyrights/view/lxxx-gvit-cgs7-ytzx"><img border="0" alt="Copyrighted.com Registered & Protected LXXX-GVIT-CGS7-YTZX" title="Copyrighted.com Registered & Protected LXXX-GVIT-CGS7-YTZX" width="150" height="40" src="http://static.copyrighted.com/images/seal.gif" /></a></p>

    Kau |Puisi untuk Dia

    0


  •  Jika Saja Aku Menjadi Daun-Daun Kering
    Masihkah Kau Mau Menjadi Rantingku?

     Andai Kau Bisa Memiliki Hatiku
    Lantas Hatimu Siapa Yang Memiliki?

     Jika Aku Adalah Sekuntum Bunga?
    Maukah Kau Menjadi Tangkaiku?

     Dan
    Andaikan Aku Sebuah Puisi
    Akankah Kau Menjadi Bait Disetiap Cerita Hidupku?


    Sekabumi, 28/9/15


    Andai Kita Berujar Tanya

    0
  • Rindu Masa Lalu



    Disudut hari ini

    aku menerka apa yang kurasa

    tak pernah ku mengerti apa yang terjadi

    nyatanya aku merindunya



    dia kisah yang telah mati

    berlalu jauh dari hidupku

    namun tak mampu aku berpaling

    tak dapat pula aku pungkiri

    aku rindu masa laluku




    dan kamu adalah masa laluku

    meski tak seperti sepasang merpati

    namun bersamamu ada kisah kita dulu



    bersamamu aku pernah punya sayap yang
    bisa menerbangkanku mengarungi langit biru

    cakrawala seakan tak berbatas dan waktu seakan berhenti untukku



    kamulah masa lalu yang tak kunjung usai

    mengekangku dalam rindu dan angan

    hingga saatnya nanti aku menemukan pengganti

    mungkin kau akan tetap punya ruang di hati

    aku rindu masa lalu




    Sukabumi, 15/11/15

    Asep Saepudin



    Copyrighted.com Registered & Protected  PVWY-2LIN-ST9Y-L4NB


    posted from Bloggeroid

    Rindu Masa Lalu

    0
  • - Copyright © kelirunesia - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -